Analisis Risiko Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan
Maryanto, Frisky
Hampir setiap tahun, Provinsi Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Setiap musim kemarau, hutan dan lahan di daerah tersebut dibakar. Kebakaran
hutan dan lahan di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan telah
menyebabkan kabut asap yang meresahkan dan menyebabkan penyakit bagi
warga. Ini sangat membahayakan penduduk Pelalawan dan daerah sekitarnya,
terutama orang tua dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah
dan harus menghirup asap dari kebakaran hutan (Firmansyah dan Sudiro, 2020).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kebakaran hutan
dan lahan di kabupaten pelalawan, mengetahui sebaran titik panas (hotspot) di
Kabupaten Pelalawan, dan mengetahui hasil validasi peta risiko bencana
kebakaran hutan dan lahan terhadap titik panas (hotspot). Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis overlay dan validasi terhadap
titik panas (Hotspot).
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer berupa
wawancara kepada instansi terkait yaitu BPBD Kabupaten Pelalawan, Dinas
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek Unit XXI, dan
BMKG Provinsi Riau. Dan data sekunder berupa titik panas (hotspot), tutupan
lahan, curah hujan, jenis tanah, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan, risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Pangkalan
Kuras Kabupaten Pelalawan dikategorikan pada kelas rendah dan kelas sedang.
Pada kelas rendah, risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan
Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan memiliki luas 46.285,72 Ha dengan
persentase 39,1% dan luas kelas sedang adalah 72.103,07 Ha dengan persentase
60,9%. Dan hasil validasi titik panas dengan peta risiko kebakaran hutan dan
lahan memiliki nilai akurasi sebesar 71,4%. Angka persentase tersebut
menunjukan bahwa penelitian ini dianggap baik dan mewakili.
Setiap musim kemarau, hutan dan lahan di daerah tersebut dibakar. Kebakaran
hutan dan lahan di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan telah
menyebabkan kabut asap yang meresahkan dan menyebabkan penyakit bagi
warga. Ini sangat membahayakan penduduk Pelalawan dan daerah sekitarnya,
terutama orang tua dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah
dan harus menghirup asap dari kebakaran hutan (Firmansyah dan Sudiro, 2020).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kebakaran hutan
dan lahan di kabupaten pelalawan, mengetahui sebaran titik panas (hotspot) di
Kabupaten Pelalawan, dan mengetahui hasil validasi peta risiko bencana
kebakaran hutan dan lahan terhadap titik panas (hotspot). Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis overlay dan validasi terhadap
titik panas (Hotspot).
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer berupa
wawancara kepada instansi terkait yaitu BPBD Kabupaten Pelalawan, Dinas
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek Unit XXI, dan
BMKG Provinsi Riau. Dan data sekunder berupa titik panas (hotspot), tutupan
lahan, curah hujan, jenis tanah, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan, risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Pangkalan
Kuras Kabupaten Pelalawan dikategorikan pada kelas rendah dan kelas sedang.
Pada kelas rendah, risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan
Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan memiliki luas 46.285,72 Ha dengan
persentase 39,1% dan luas kelas sedang adalah 72.103,07 Ha dengan persentase
60,9%. Dan hasil validasi titik panas dengan peta risiko kebakaran hutan dan
lahan memiliki nilai akurasi sebesar 71,4%. Angka persentase tersebut
menunjukan bahwa penelitian ini dianggap baik dan mewakili.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-04T08:18:48Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah