Analisis Kenaikan Temperatur Terhadap Efisiensi Motor Induksi 3 Phasa 15 Kw Sebagai Penggerak Belt Conveyor Boiler Di Pt. Asia Forestama Raya
Prasetyo, Agung
Motor induksi merupakan peralatan listrik yang sangat berpengaruh di
perindustrian. Pada perusahaan ini motor induksi penggerak belt conveyor
memiliki class temperature F yang mana maksimum kenaikan temperatur saat
motor bekerja adalah 105ºC + 40ºC suhu ruangan + hot spot 10ºC = 155ºC. Pada
motor yang diteliti suhu motor saat beroperasi mengalami kenaikan sampai
dengan 141.6ºC pada 4-5 jam kerja, yang berarti suhu motor sudah mendekati
suhu yang telah ditetapkan yakni pada 155ºC. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan hasil perhitungan analisis efisiensi motor pada temperatur 70ºC adalah
91,9%, temperatur 80ºC adalah 91,4%, temperatur 90ºC adalah 91,1%, temperatur
100ºC efisiensi 85,4%, temperatur 120ºC efisiensi 85,4% dan temperatur 140ºC
efisiensi 78,2%. Pebandingan hasil analisis dengan standar IEC 60034-30-1
frekuensi 50 Hz, 15 kW, 4 pole. Pada temperatur 70ºC, 80ºC, 90ºC hasil analisis
efisiensi memenuhi standar efisiensi pada IE2 yaitu 90,6%. Pada temperatur
100ºC efisiensi adalah 85,4%, 120ºC efisiensi 85,4% dan 140ºC efisiensi 78,2%
juga tidak memenuhi standar efisiensi yang telah ditetapkan pada IEC 60034-30-1
frekuensi 50 Hz, 15 kW, 4 pole, baik itu pada IE1, IE2, IE3 maupun IE4.
perindustrian. Pada perusahaan ini motor induksi penggerak belt conveyor
memiliki class temperature F yang mana maksimum kenaikan temperatur saat
motor bekerja adalah 105ºC + 40ºC suhu ruangan + hot spot 10ºC = 155ºC. Pada
motor yang diteliti suhu motor saat beroperasi mengalami kenaikan sampai
dengan 141.6ºC pada 4-5 jam kerja, yang berarti suhu motor sudah mendekati
suhu yang telah ditetapkan yakni pada 155ºC. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan hasil perhitungan analisis efisiensi motor pada temperatur 70ºC adalah
91,9%, temperatur 80ºC adalah 91,4%, temperatur 90ºC adalah 91,1%, temperatur
100ºC efisiensi 85,4%, temperatur 120ºC efisiensi 85,4% dan temperatur 140ºC
efisiensi 78,2%. Pebandingan hasil analisis dengan standar IEC 60034-30-1
frekuensi 50 Hz, 15 kW, 4 pole. Pada temperatur 70ºC, 80ºC, 90ºC hasil analisis
efisiensi memenuhi standar efisiensi pada IE2 yaitu 90,6%. Pada temperatur
100ºC efisiensi adalah 85,4%, 120ºC efisiensi 85,4% dan 140ºC efisiensi 78,2%
juga tidak memenuhi standar efisiensi yang telah ditetapkan pada IEC 60034-30-1
frekuensi 50 Hz, 15 kW, 4 pole, baik itu pada IE1, IE2, IE3 maupun IE4.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-12-20T03:44:46Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah