https://doi.org/10.31849/agr.v19i2.776
latifa siswati, latifa; Resolinda Harly, Resolinda; Afrijon Afrijon, Afrijon
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui manajemen pemeliharaan
kebun sawit terutama pemupukan dan produksi yang dihasilkan pada perkebunan
sawit rakyat di kecamatan Lubuk Basung. Metode survey dan wawancara
dilaksanakan pada penelitian ini , dengan 38 petani responden. Analisis data
secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik disajikan pada hasil penelitian.
Hasil penelitian diperoleh 92 % kondisi tanaman kebun kelapa sawit rakyat pada
masa menghasilkan dan sebanyak 8 % tanaman kebun kelapa sawit rakyat berada
pada tanaman belum menghasilkan. Dari pelaksanaan pemupukan yang dilakukan
petani responden 42,10 % tidak melakukan pemupukan , 31,58 % melakukan
pemupukan dengan frekuensi satu kali setahun sedangkan pelaksanaan
pemupukan dengan aplikasi dua kali setahun dilakukan oleh 26,32 % responden.
Berhubungan dengan produksi yang dihasilkan petani responden dibandingkan
dengan produksi pusat penelitian kelapa sawit , produksi kelapa sawit rakyat
masih rendah dibawah produksi kelapa sawit pusat penelitian kelapa sawit.
Kondisi ini dapat diperkuat yang disebabkan oleh asal bibit tanaman yang
digunakan oleh petani responden tidak memiliki keunggulan yang dibuktikan
dengan sertifikat/label. Hasil penelitian menunjukkan 71,05 % sumber bibit
tanaman diperoleh dari masyarakat sekitar, 10,53 % berasal dari luar daerah dan
7,89 % dari perusahaan perkebunan.
Kata kunci : manajemen pemupukkan, produksi, sumber bibit tanaman
kebun sawit terutama pemupukan dan produksi yang dihasilkan pada perkebunan
sawit rakyat di kecamatan Lubuk Basung. Metode survey dan wawancara
dilaksanakan pada penelitian ini , dengan 38 petani responden. Analisis data
secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik disajikan pada hasil penelitian.
Hasil penelitian diperoleh 92 % kondisi tanaman kebun kelapa sawit rakyat pada
masa menghasilkan dan sebanyak 8 % tanaman kebun kelapa sawit rakyat berada
pada tanaman belum menghasilkan. Dari pelaksanaan pemupukan yang dilakukan
petani responden 42,10 % tidak melakukan pemupukan , 31,58 % melakukan
pemupukan dengan frekuensi satu kali setahun sedangkan pelaksanaan
pemupukan dengan aplikasi dua kali setahun dilakukan oleh 26,32 % responden.
Berhubungan dengan produksi yang dihasilkan petani responden dibandingkan
dengan produksi pusat penelitian kelapa sawit , produksi kelapa sawit rakyat
masih rendah dibawah produksi kelapa sawit pusat penelitian kelapa sawit.
Kondisi ini dapat diperkuat yang disebabkan oleh asal bibit tanaman yang
digunakan oleh petani responden tidak memiliki keunggulan yang dibuktikan
dengan sertifikat/label. Hasil penelitian menunjukkan 71,05 % sumber bibit
tanaman diperoleh dari masyarakat sekitar, 10,53 % berasal dari luar daerah dan
7,89 % dari perusahaan perkebunan.
Kata kunci : manajemen pemupukkan, produksi, sumber bibit tanaman
Detail Information
- Publisher
- Fakultas Pertanian
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-11-07T04:04:11Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah