Sakeclak cihujan hayang ka sagara = Setetes air hujan ingin ke samudra
Lesmana, Toni
Kania dan Gumiwang sedang bermain layangan di halaman rumah mereka. Langit mendung. Setetes air hujan mengenai hidung Kania. Hujan pun turun, keduanya bermain hujan-hujanan. Kania penasaran ke mana berlalunya setetes air hujan yang jatuh dari langit itu. Kania dan Gumiwang kemudian mengikuti aliran air ke selokan yang menuju ke sawah. Di sawah, mereka bertemu dengan kakek mereka yang sedang berteduh di sebuah saung. Sambil menunggu hujan reda, Kakek mendongeng tentang perjalanan setetes air hujan yang ingin ke samudra. Dari dongeng Kakek, akhirnya Kania dan Gumiwang menjadi tahu tentang hujan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-12-17T00:12:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah