Gagak yang Murah Hati
Gowda, Venkatramana
Fajar mulai menyingsing. Di sarangnya,
Kaage si gagak bangun dan melihat
sekeliling, bosan. Burung itu berdeham
dan menggaok beberapa kali. Ia bosan.
Kemudian, seketika dia memasang
telinganya. Burung kedasih sedang
berlagu tak jauh dari tempatnya.
Sesaat, Kaage terbuai oleh
senandungnya. Kemudian, dia kesal
sendiri. Ini tidak adil! Dulu dia yang
mengerami telur si kedasih itu hingga
menetas dan kini burung kecil itu bisa
bernyanyi jauh lebih merdu darinya!
Akan tetapi, dia tidak boleh iri,
gumamnya dalam hati. Dia mau belajar
bernyanyi dari Burung Kedasih.
Kaage si gagak bangun dan melihat
sekeliling, bosan. Burung itu berdeham
dan menggaok beberapa kali. Ia bosan.
Kemudian, seketika dia memasang
telinganya. Burung kedasih sedang
berlagu tak jauh dari tempatnya.
Sesaat, Kaage terbuai oleh
senandungnya. Kemudian, dia kesal
sendiri. Ini tidak adil! Dulu dia yang
mengerami telur si kedasih itu hingga
menetas dan kini burung kecil itu bisa
bernyanyi jauh lebih merdu darinya!
Akan tetapi, dia tidak boleh iri,
gumamnya dalam hati. Dia mau belajar
bernyanyi dari Burung Kedasih.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-09-09T03:37:57Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah