Arsitektur (bangunan) tradisional
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Fungsi arsitektur tradisional tidak hanya bertumpu pada fungsi substansinya, yaitu tempat tinggal, tempat msuyawarah, tempat ibadah dan tempat penyimpanan, tetapi juga pada fungsi etika dan estetika. Fungsi etika berorientasi pada kewajiban moral dan nilai, yaitu mengenai ha! yang baik dan buruk, sedangkan fungsi estetika berori entasi pada seni dan keindahan. Berdasarkan fungsinya, maka bangunan tradisional dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu bangunan yang bersifat profan, seperti rumah tempat tinggal, tempat musyawarah dan penyimpananan bangunan yang bersifat sakral atau suci , seperti rumah adat, bangunan tempat-tempat ibadah dan sebagainya. Pada bangunan-bangunan profan umumnya banyak yang sudah mengalami perubahan-perubahan karena di buat dengan bahan atau material yang kurang kuat, sedangkan bangunan-bangunan yang bersifat sakral dibuat lebih kuat dan tahan lama, serta sedikit mengalami perubahan, karena adanya keyakinan akan kesucian. Dengan gaya penulisan yang informatif dan mudah dipahami, buku ini mengajak pembaca untuk menghargai kekayaan arsitektur tradisional Sulawesi Selatan dan pentingnya melestarikan bangunan-bangunan bersejarah ini.
Detail Information
- Publisher
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-21T02:33:04Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah