Sikap menghargai waktu di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Jakarta
Rosyadi, Rosyadi; Gurning, Elizabeth T.; Kartikasari, Tatiek; Silvana, Dahlia
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tampaknya yang menjadi pembeda mendasar antara remaja sekarang dan remaja produk kurun waktu sebelumnya adalah kemajuan di bidang ekonomi. Berhasilnya pembangunan secara implisit berarti bahwa hasrat konsumtif dan daya beli juga bertambah. Apa yang dulu tidak dikenal, sekarang telah menjadi barang biasa bagi remaja. Tersedia atau paling tidak, adanya serta dikenalnya produk-produk dan cara baru akibat perkembangan zaman mempunyai pengaruh yang kuat terhadap gaya hidup, kebutuhan, sistem norma dan pandangan hidup para remaja. Gejala konsumerisme dan konfromitas di segala bidang juga merupakan masalah pokok yang selalu dikaitkan dengan kehidupan remaja.
Sikap skeptis para remaja dan terkadang sikap masa bodoh serta bosan, yang tampak pada waktu mengikuti pelajaran di sekolah atau pada aktivitas rutin sehari-hari yang cenderung santai dan seolah kurang peduli terhadap pemanfaatan waktu secara efisien dan efektif, ternyata bukan berarti munculnya gejala erosi keinginan untuk maju karena hasil penelitian membuktikan bahwa setiap remaja memiliki harapan dan cita-cita yang layak dibanggakan. Sebagian besar remaja memiliki cita-cita yang jauh di luar jangkauan kemampuannya. Kekaburan ini terjadi karena sebagian besar remaja masih belum berpengalaman sehingga tidak mampu mengukur kemampuannya secara realistis dan sebagian lagi mengemukakan alasannya untuk sekedar memenuhi ambisi serta harapan orang tua yang seringkali juga terlalu berlebihan.
Sikap skeptis para remaja dan terkadang sikap masa bodoh serta bosan, yang tampak pada waktu mengikuti pelajaran di sekolah atau pada aktivitas rutin sehari-hari yang cenderung santai dan seolah kurang peduli terhadap pemanfaatan waktu secara efisien dan efektif, ternyata bukan berarti munculnya gejala erosi keinginan untuk maju karena hasil penelitian membuktikan bahwa setiap remaja memiliki harapan dan cita-cita yang layak dibanggakan. Sebagian besar remaja memiliki cita-cita yang jauh di luar jangkauan kemampuannya. Kekaburan ini terjadi karena sebagian besar remaja masih belum berpengalaman sehingga tidak mampu mengukur kemampuannya secara realistis dan sebagian lagi mengemukakan alasannya untuk sekedar memenuhi ambisi serta harapan orang tua yang seringkali juga terlalu berlebihan.
Detail Information
- Publisher
- Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Kebudayaan Masa Kini
- Tahun
- 1996
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-28T01:36:18Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah