• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
  2. Katalog
  3. Sejarah kampung Melayu di Bima Nusa Tenggara Barat
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Sejarah kampung Melayu di Bima Nusa Tenggara Barat

Hartono, Hartono; T., Made Ayu Diah Indira Virgiastuti; Putra, I Ketut Sudharma

Kampung Melayu adalah wilayah yang diberikan oleh sultan kepada orang-orang Melayu untuk ditinggali. Di wilayah ini orang-orang Melayu selain menjadi para ahli agama juga bermata pencaharian sebagai pedagang atau saudagar. Posisi dari wilayah ini yang strategis, dekat dengan pusat Kota Bima dan juga pesisir pantai, namun demikian tidak ada penduduk dari wilayah ini yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
Kampung Melayu menjadi pusat perkembangan agama Islam di Bima, terutama pada masa Sultan Abdul Khair Sirajuddin yang berguru pada lima Ulama Melayu yang tinggal di Kampung Melayu. Beberapa hal yang menjadi ciri perkembangan agama Islam di Bima adalah (1) didirikannya tempat peribadatan Islam pertama di Bima yang disebut dengan langgar Kuno; (2) diresmikannya tiga Hari Raya Islam (Hari Raya Maulud Nabi, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha) sebagai perayaan kesultanan; (3) dibentuknya lembaga Sara Hukum yang memastikan ajaran Islam menjadi dasar dari Kesultanan Bima, dan (4) dibentuknya sistem pengajaran agama Islam bagi masyarakat Bima.
Detail Information
Publisher
Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali
Tahun
2017
Bahasa
id
Last Updated
2024-03-28T01:53:22Z
Subjects / Keywords
Masyarakat Adat Sejarah Indonesia
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 3.328
Online: 3.315 Onsite: 13
Bulan ini 112.778
Online: 112.432 Onsite: 346
Total 222.455
Online: 203.668 Onsite: 18.787

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar