Penti weki peso beo reca rangga walin tahun di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur
I Wayan, Sudharma; I Made, Sumarja; I Putu, Putra Kusuma Yudha
Penti merupakan upacara yang bertujuan untuk memohon keselamatan atau syukuran kepada Tuhan Pencipta dan kepada arwah nenek moyang atas semua hasil jerih payah yang telah diperoleh. Sela in itu, penti juga sebagai tanda peralihan musim. Upacara penti terpusat pada barong lodok, barong woe, barong compang, libur kilo dan puncaknya akan diselenggarakan di rumah adat (mbaru gendang). Upacara seperti ini diangkat dari filosofi orang Manggarai yang mempunyai nilai luhur dalam kehidupan.
Dalam praktiknya, upacara penti memiliki berbagai fungsi dan makna yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Fungsi ritual, spiritual serta fungsi sosial. Fungsi-fungsi tersebut memainkan peranan vital dalam kehidupan masyarakat adat. Di sinilah upacara penti mengintegrasikan seluruh masyarakat Manggarai dalam suatu semangat kebersamaan. Ada pun makna dan nilai yang terkandung dalam upacara penti adalah nilai ketuhanan yang berupa permohonan kepada Tuhan agar diberikan kekuatan, keselamatan dan panen yang berlimpah pada masa mendatang dan nilai kebersamaan yang terkandung dalam setiap gerak langkah pelaksanaan upacara penti. Dengan demikian terjadi kehidupan yang harmonis dalam kehidupan masyarakat, baik dalam hubungan horisontal maupun transendental.
Melalui buku ini penulis mempunyai suatu harapan bahwa pelaksanaan ini perlu dilestarikan baik dan didukung baik secara moril maupun materiil karena upacara penti merupakan salah satu aset daerah yang layak dipertahankan keberadaanya demi lestarinya budaya Manggarai yang mempunyai kearifan-kearifan lokal masyarakat tentang bagaimana menghormati alam, nenek moyang maupun Tuhan. Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat mendukung pelestarian upacara penti.
Dalam praktiknya, upacara penti memiliki berbagai fungsi dan makna yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Fungsi ritual, spiritual serta fungsi sosial. Fungsi-fungsi tersebut memainkan peranan vital dalam kehidupan masyarakat adat. Di sinilah upacara penti mengintegrasikan seluruh masyarakat Manggarai dalam suatu semangat kebersamaan. Ada pun makna dan nilai yang terkandung dalam upacara penti adalah nilai ketuhanan yang berupa permohonan kepada Tuhan agar diberikan kekuatan, keselamatan dan panen yang berlimpah pada masa mendatang dan nilai kebersamaan yang terkandung dalam setiap gerak langkah pelaksanaan upacara penti. Dengan demikian terjadi kehidupan yang harmonis dalam kehidupan masyarakat, baik dalam hubungan horisontal maupun transendental.
Melalui buku ini penulis mempunyai suatu harapan bahwa pelaksanaan ini perlu dilestarikan baik dan didukung baik secara moril maupun materiil karena upacara penti merupakan salah satu aset daerah yang layak dipertahankan keberadaanya demi lestarinya budaya Manggarai yang mempunyai kearifan-kearifan lokal masyarakat tentang bagaimana menghormati alam, nenek moyang maupun Tuhan. Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat mendukung pelestarian upacara penti.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-09T02:10:39Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah