Gua dan ceruk: warisan budaya yang harus dilestarikan
-, -
Dalam sejarah kehidupan manusia, gua dan ceruk pernah mempunyai peran yang amat penting, terutarna pada masa prasejarah ketika manusia masih hidup dengan cara-cara yang sederhana. Di Indonesia, manusia prasejarah mulai menghuni dan memanfaatkan gua dan ceruk sejak sekitar 40.000 tahun yang lalu. Di berbagai tempat di Indonesia, gua dan ceruk dikenal dengan nama yang berbeda-beda, misalnya 'leang' atau 'liang' di kawasan Indonesia timur.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Pengembangan Kebijakan Sejarah dan Purbakala, Balai Arkeologi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2003
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-09T03:28:27Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah