Gandrung Banyuwangi
Soelarto, B.; Ilmi, S.
Blambangan, sejak abad XIII tercatat sebagai salah satu kerajaan penting di Nusantara, yaitu sejak Raden Wijaya (Kertarajasa) pendiri Majapahit, mengangkat Banyak Wide (Wiraraja) menjadi raja Blambangan yang berdaulat penuh atas wilayah Ujung Timur Jawa sampai Madura. Blambangan karena letaknya yang strategis, bukan saja penting dalam segi pertahanan, keamanan, segi perekonomian, tapi juga penting dalam segi ketahanan kulturil dan religis. Itulah sebabnya di masa abad keemasan Majapahit, Prabu Hayam Wuruk bukan secara kebetulan saja baginda menunjuk, mengangkat salah seorang putranya, Bhre Wirabhumi (yang dalam legenda lebih dikenal dengan nama Menak Jingga) menjadi raja Blambangan yang berdaulat penuh.
Kemerdekaan, kedaulatan kerajaan Blambangan selama lebih kurang dua abad membentuk budaya dengan pola tersendiri, yang mempunyai kepribadian kuat. Rakyat Blambangan memiliki kesadaran tinggi sebagai pendukung-pendukung budaya (cultuur
dragers) yang secara kreatif mampu mensinkronkan unsur-unsur kesenian, adat yang lewat hubungan an tar nusa yang datang dari Bali, Madura, Bugis, Melayu. Hingga mereka cenderung untuk membentuk suatu pola budaya yang secara karakteristik dan harmonis mampu mencerminkan sinkronisasi sifat bhineka tunggal ika. Dan selama berabad-abad, bahkan sampai sekarang tetap tampak terungkap pada wajah dan irama dinamis kesenian rakyat Blambangan yang tradisionil, dalam pemuliannya kepada kepercayaan Jawa-Hindu (Siwaisme), bahkan pemuliannya kepada kepercayaan dan tradisi murni warisan nenek moyang (Shamanisme, Animisme ).
Kemerdekaan, kedaulatan kerajaan Blambangan selama lebih kurang dua abad membentuk budaya dengan pola tersendiri, yang mempunyai kepribadian kuat. Rakyat Blambangan memiliki kesadaran tinggi sebagai pendukung-pendukung budaya (cultuur
dragers) yang secara kreatif mampu mensinkronkan unsur-unsur kesenian, adat yang lewat hubungan an tar nusa yang datang dari Bali, Madura, Bugis, Melayu. Hingga mereka cenderung untuk membentuk suatu pola budaya yang secara karakteristik dan harmonis mampu mencerminkan sinkronisasi sifat bhineka tunggal ika. Dan selama berabad-abad, bahkan sampai sekarang tetap tampak terungkap pada wajah dan irama dinamis kesenian rakyat Blambangan yang tradisionil, dalam pemuliannya kepada kepercayaan Jawa-Hindu (Siwaisme), bahkan pemuliannya kepada kepercayaan dan tradisi murni warisan nenek moyang (Shamanisme, Animisme ).
Detail Information
- Publisher
- Proyek Pengembangan Media Kebudayaan
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-12-19T05:51:53Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah