• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
  2. Katalog
  3. Nenek Horokubun dan Air Besar = Nen Horokubun Enhov Wear Laa...
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Nenek Horokubun dan Air Besar = Nen Horokubun Enhov Wear Laai = Horokubun and Air Besar

Susana Juliana Lingitubun, S.Pd., Susan; Margaretha Heatubun, Margaretha; Evi Olivia Kumbangsila, Evi; Dudung Abdulah, Dul

Konon, di Desa Waur Kepulauan Kei Besar, hiduplah seorang nenek bernama Horokubun yang tinggal sendiri. Pekerjaan Nenek Horokubun ialah bertani. Jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal si nenek. Pada suatu hari, setelah menanam, si Nenek Horokubun merasa lapar. Namun, dia tersadar kalau tidak ada air untuk menanak nasi. Akhirnya, si nenek yang sangat lapar pun menangis. Kami akan membantumu, Nek. Jangan khawatir. Nenek harus menangis karena air mata nenek akan menjadi mata air,” ujar ketiga batu. Ketika mendengar perkataan ketiga batu tersebut, menangislah si nenek. Seketika air matanya pun tumpah dan menjadi sebuah mata air kemudian menjadi sebuah sungai yang besar. Air sungai menghanyutkan sebagian ladang si nenek dan beberapa bulir beras. Bulir-bulir beras tersebut tumbuh dan menjadi beberapa pohon sagu di daerah rawa-rawa dan pinggiran sungai. Isi pohon sagu itu seputih beras. Air sungai di ladang si nenek pun sampai sekarang dinamakan Air Besar.
Detail Information
Publisher
Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Tahun
2022
Bahasa
id
Last Updated
2024-01-11T03:59:48Z
Subjects / Keywords
Bahasa dan Kesusatraan Cerita anak Bahasa Daerah Cerita rakyat
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 678
Online: 678 Onsite: 0
Bulan ini 114.929
Online: 114.583 Onsite: 346
Total 224.606
Online: 205.819 Onsite: 18.787

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar