Serangan umum di kota Sipirok saat agresi Belanda kedua
Zahrina, Cut
Kota sipirok terletak di kabupaten Tapanuli Selatan mempunyai banyak kisah tentang perjuangan melawan agreasi Belanda ketika agresi mereka yang kedua. Agresi Belanda kedua merupakan sebuah tantangan besar bagi pasukan republik terutama pasukan gerilya Sipirok. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengusir pasukan belanda yang ingin menjajah kembali negeri pertiwi. Sejak awal kemerdekaan, masyarakat Sipirok telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari negara kesatuan Republik Indonesia. Di awal proklamasi kemerdekaan, masyarakat Sipirok yang tergabung dalam front Sipirok telah ikut serta dalam perjuangan fisik melawan Belanda, yang datang kembali hendak menjajah bangsa dan tanah air Indonesia. Setiap daerah di Indonesia mempunyai cara tersendiri untuk melakukan perjuangan melawan para penjajah terutama saat agresi Belanda kedua. Demikian juga dengan rakyat di keresidenan Tapanuli, yang terkenal dengan pejuang front Sipirok yang secara bergerilya menghalau pasukan Belanda hingga akhimya bangsa Indonesia kembali terbebas dari penjajah. Untuk itu menarik kiranya menelusuri jejak-jejak perjuangan para pejuang/Sipirok di Tapanuli Selatan.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-02-24T10:16:35Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah