Emali: tradisi berburu kepala di Nias Selatan
Putra, Dharma Kelana
Tradisi berburu kepala yang dipraktikan oleh masyarakat Nias sebelum mengenal agama. sebuah tradisi yang menyeramkan, tetapi memiliki daya tarik tersendiri untuk dikaji secara sosiologis.
Ada lima kata kunci terkait dengan tradisi berburu kepala, yakni ritual keagamaan, status sosial, kanibalisme, perbudakan dan perdagangan Manusia. kelima hal ini selalu mengikuti tradisi berburu kepala dimanapun ia berada. lima hal ini yang menjadi dasar asumsi bahwa tradisi berburu kepala berasal dari satu akar yang sama. agama kuno yang usianya jauh lebih lama dari agama Islam, Kristen, Budha, bahkan Hindu.
Ada lima kata kunci terkait dengan tradisi berburu kepala, yakni ritual keagamaan, status sosial, kanibalisme, perbudakan dan perdagangan Manusia. kelima hal ini selalu mengikuti tradisi berburu kepala dimanapun ia berada. lima hal ini yang menjadi dasar asumsi bahwa tradisi berburu kepala berasal dari satu akar yang sama. agama kuno yang usianya jauh lebih lama dari agama Islam, Kristen, Budha, bahkan Hindu.
Detail Information
- Publisher
- Direktorat Jenderal Kebudayaan
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-11-12T01:35:36Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah