Keindahan tersembunyi di Bhumi Kaḍiri
Susetyo, Sukawati; Hascaryo, Agus Tri; Geria, I Made
Nama Kāḍiri pertama kali muncul pada masa pemerintahan Raja Airlangga yang disebut dalam Prasasti Pamotan (1042). Selain itu disebutkan pula dalam Prasasti Malenga (1052) dan Prasasti Sumengka (1059) yang dikeluarkan oleh Raja Samarotsaha, yaitu salah satu putra Raja Airlangga. Kāḍiri merupakan bagian dari dan berkembang sebagai pusat pemerintahan Raja Airlangga sejak awal abad ke-11 – 13 M, bahkan masih dianggap penting hingga masa Majapahit akhir. Dalam Berita Tionghoa juga disebutkan bahwa Kāḍiri merupakan kerajaan besar dengan pengaruhnya hingga kewilayah timur Nusantara. Sistem pemerintahannya juga dikenal sudah tertata dengan baik.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2020-05-25T23:14:32Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah