Revitalisasi semangat bahari untuk menyongsong Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui karya sastra Melayu
Efendi, Agik Nur
Indonesia memiliki bekal untuk menjadi poros maritim dunia dari segi historis-kultural. Sejarah telah mencatat bahwa di masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, Indonesia mengalami masa kejayaan di sektor maritim. Namun, perlahan-lahan kejayaan itu pudar. Menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia menjadi tanggung jawab semua kalangan, termasuk peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk menumbuhkan kembali semangat bahari dan budaya luhur pada diri generasi penerus bangsa melalui Hikayat Hang Tuah. Selain itu, menghayati kisah Hang Tuah juga dapat mengantarkan siswa untuk lebih mengenal jati diri bangsa.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-02-28T02:37:58Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah